Sunday, November 06, 2005

Ultahku

Jam 12 tepat dan aku menunggu saat-saat penting dalam hidupku, aku berumur 22 tahun! Kali ini ultahku kuhabiskan di NIE, tempat favorite belajar bersama sohib dan sekaligus teman sekamarku. Memang JH sudah menyiapkan sesuatu untukku, sudah bisa diduga, aku bahkan tau kapan dia membeli dan di mana dia beli kue ultahku. Memang dia mudah ditebak. Tapi kali ini ada sesuatu yang lain. Sepanjang hari Sabtu dia kerap kali melalaikan janjinya kepadaku. Mulai dari siang, ketika ia berjanji untuk membawakanku makan siang dari kantin 14. Lalu makan malam, dan akhirnya hari ulang tahunku. Aku bertanya-tanya, apa dia sedang mempersiapkan suatu kejutan untukku seperti tahun-tahun sebelumnya. Nyatanya tidak juga, dia berusaha sebaik mungkin untuk membelikanku kue buah mungil. Hanya itu. Dibalik semuanya itu, ternyata ada sebuah musibah menimpa sahabatnya. Dia terpaksa menghabiskan harinya bersama sahabatnya itu. Aku dan sohibku dan dia merayakan ultahku. Hanya bertiga. Cukup kecewa. Ya....namun tak apa. Apalah artinya ulang tahun.Dari tahun ke tahun sangat tidak menguntungkan bagiku, karena hari ultahku selalu jatuh di ujian semester. Tapi sekaligus jadi hari yang menguntungkan juga, sehingga tidak perlu mengungkapkan pidato ultah. Aku tidak begitu bisa berbicara di depan umum.

Saat jam 12 tepat lampu NIE memang otomatis mati dan akan menyala lagi jam 1230. Mereka punya sistem shift bola lampu yang menyala. Maka jam 12 tepat, lilin dinyalakan. dia menyanyikan happy bday dengan suara asal-asalan sementara sohibku siap-siap mengabadikan peristiwa penting itu dengan kamera seadanya, kamera dari handphone. Lilin pun kutiup tanpa mengucapkan bday wish. Kuharap ada yang sadar bahwa aku tak mengungkapan bday wish. Nyatanya tidak. Lagian aku berpikir, apa sih gunanya bday wish? Selalu ga tersampaikan.


Lalu kue pun dipotong. 1st cake seperti biasa. Chancenya hanya 50-50 kali ini antara dia dan sohibku. Mereka bilang aku hanya boleh beri 1 orang saja. Kuberikan saja pada sohibku sambil berujar, "Pacar bisa putus, tapi sahabat itu selamanya." Mungkin dia sedikit kecewa. Karena dia telah bersusah payah membeli kuenya. Namun aku sengaja, karena aku sedikit kesal dengannya.

Sambil dia membagi kue antara aku dan sohibku, dia bercerita tentang sahabatnya yang terkena musibah. Aku tak suka dengan ceritanya. "Kan aku yang ulang tahun hari ini, kenapa ia bercerita terus soal sahabatnya itu?", ujarku dalam hati. Dengan muka kesal aku mendengarkan. Kue pun habis dibagi dan saatnya pulang. Doa ulang tahun untukku pun tak diucapkan. Sekali lagi membuat aku kesal. Dalam perjalanan pulang, aku bercakap-cakap dengan sohibku itu. Kekesalanku, perasaanku, dsb. Tak menemui ujung pangkal.

Setelah merenung, akupun berpikir, ulang tahunku yang ke-22 kuhabiskan dengan sifat chidish. Sungguh memalukan. Aku sudah 22 tahun, tapi kenapa aku masih saja marah dengan hal sekecil itu. Aku berdoa sendiri pagi harinya. Ketika kuliat handphone, ada 7 sms masuk di sana. Aku pikir semuanya tak ada yang ingat hari ultahku. Sebelum aku tidur, hanya 2 sms kudapatkan: Vibo dan Ci Mel.

Cukup senang karena masih diingat. Papa dan mamaku mereka masing-masing mengirimkan pesan untukku. Aku terharu. Mamaku sudah mengirim sms sehari sebelumnya. Senang dan terharu. Orang tuaku.......

Hari ini setelah dari gereja, aku dan sohibku menyempatkan belanja di Cold Storage di daerah Bugis untuk mengisi persediaan exam. Lalu kami pulang dan belajar, yup aku belajar di hari ultahku. JH? Rupanya dia mengalami masalah yang cukup rumit. Hari ini benar-benar menegangkan buatku dan buatnya. Masalah yang pelik, namun berhasil diatasi jua. Hari ini adalah doa ulang tahunku, bday wish-ku kupanjatkan sendirian. Aku hanya ingin 1 hal saja. Masalahnya selesai. Itu saja. Puji Tuhan, masalah itu semakin membaik.Belum total selesai tapi setidaknya membaik. Ini pertama kalinya aku mendapat hadiah ulang tahun langsung dari Tuhan, terima kasih Tuhan, akhirnya bday wish ku terkabul.

No comments: